Merupakan tindakan yang bagus bila setelah hamil, ibu yang sibuk bekerja memutuskan untuk tetap menyusui secara eksklusif dan memerah ASI di waktu kerja untuk disimpan dan diberikan kepada bayi. Ibu menyusui perlu memperhatikan tata cara penyimpanan ASI dengan baik agar ASI tidak lekas rusak.
Dimulai dari pemerasan ASI, peras ASI sebaiknya dengan tangan ataupun dengan alat bantu. Pindahkan ke tempat/wadah bersih dan tertutup. Simpan segera dalam lemari es. Bila tidak ada lemari es di kantor usahakan ASI hasil perahan tersebut tidak berada pada suhu ruang selama lebih dari 6 jam. Ini disebabkan karena ASI hanya bisa bertahan dalam suhu ruang antara 6 s/d 8 jam saja. Lebih lama dari itu dikhawatirkan terjadi kerusakan pada ASI.
ASI yang disimpan dalam lemari es dapat bertahan sampai dengan 48 jam. Namun sebelum menggunakannya sebaiknya keluarkan terlebih dahulu ASI hingga mencair dengan baik dan hangatkan. Bila ASI disimpan dalam freezer, ASI dapat bertahan sampai dengan 2 minggu atau bahkan 4 bulan.
Sebaiknya ibu memberikan ASI tersebut dalam keadaan hangat. Proses menghangatkannya cukup mudah yaitu dengan cara merendamnya dalam wadah berisi air hangat selama kurang lebih 15 menit sebelum diberikan kepada bayi.
Memeras dan Menyimpan ASI dengan Aman